PERBEDAAN KEPENTINGAN
Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa:
a. Kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang.
b. Kepentingan individu untuk memperoleh harga diri.
c. Kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama.
d. Kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi.
e. Kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain.
f. Kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya.
g. Kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri.
h. Kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri.
Perbedaan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu:
a. Fase dis-organisasi yang terjadi karena kesalah pahaman (akibat pertentangan antara harapan dengan standar normatif).
b. Fase dis-integrasi (konflik) yaitu pernyataan tidak setuju dalam
berbagai bentuk seperti timbulnya massa, protes, aksi mogok dsb.
Walter W. Martin dkk mengemukakan tahapan dis-integrasi sbb:
a. Ketidak sepahaman anggota kelompok tentang tujuan sosial yang hendak dicapai.
b. Norma sosial yang tidak dihayati dalam kelompok bertentangan satu sama lain.
c. Tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok.
PRASANGKA, DISKRIMINASI, DAN ETHNOSENTRISME
a. Prasangka dan Diskriminasi
Adalah dua hal yang ada relevansinya. Kedua tindakan tersebut dapat
merugikan pertumbuh-kembangan dan bahkan integrasi masyarakat. Prasangka
memiliki dasar pribadi, dimana setiap orang memiliki.
“perbedaan pokok antara prasangka dan diskriminatif adalah bahwa
prasangka menunjukkan pada aspek sikap, sedangkan diskriminatif pada
tindakan”.
b. Perbedaan Prasangka dan Diskriminasi
Antara prasangka dan diskriminasi dapat dibedakan dengan jelas,
prasangka bersumber dari suatu sikap, sedangkan diskriminasi menunjuk
kepada tindakan.
c. Sebab-sebab timbulnya Prasangka dan Diskriminasi
1. Latar belakang sejarah.
Contohnya: orang kulit putih selalu berprasangka negative terhadap orang berkulit hitam atau negro.
2. Dilatar belakangi oleh perkembangan sosio-kultural dan situsional.
Contohnya: terjadi PHK oleh pimpinan perusahaan terhadap karyawannya.
3. Bersumber dari faktor kepribadian.
Para ahli beranggapan bahwa prasangka lebih dominan disebabkan oleh tipe kepribadian orang-orang tertentu.
4. Perbedaan keyakinan, keperacayaan dan agama.
Contohya: berdirinya fakta-fakta pertahanan seperti NATO, SEATO yang
merupakan contoh dari adanya prasangka dan politik global dari Negara
adi kuasa.
d. Usaha mengurangi/menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi
1. Perbaikan kondisi sosial ekonomi.
Melalui pelaksanaan program-program pembangunan yang didukung oleh
lembaga ekonomi seperti KUD, BUUD dan melalui program kredit seperti KCK
(Kredit Candak Culak), KMKP (Kredit Kerja Modal Permanen) dsb.
2. Perluasan kesempatan belajar.
Perluasan kesempatan belajar bagi WNI yang dapat mengurangi prasangka
bahwa program pendidikan tinggi hanya dapat dinikmati oleh kalangan
masyarakat menengah atas.
3. Sikap terbuka dan sikap lapang.
Dengan sikap terbuka dan lapang diharapkan akan berlanjut dengan sikap
saling menghargai, menghormati, dan menjauhi dari sikap prasangka.
e. Ethnosentrisme
Yaitu anggapan suatu bangsa/ras yang cenderung menganggap kebudayaan
mereka sebagai suatu yang prima, riil, logis, sesuai dengan kodrat alam
dan beranggapan bahwa bangsa/ras lain kurang baik dimata mereka.
Akibatnya adalah penampilan ethnosentrik yang dapat menjadi penyebab
utama dalam kesalahan dalam berkomunikasi.
PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL/KETEGANGAN DALAM MASYARAKAT
Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang
bisa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang
kasar atau perang.
Tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu:
a. Terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.
b. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan.
c. Terdapat interaksi diantara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.
Adapun cara pemecahan konflik tersebut adalah sbb:
a. Elimination.
b. Subjugation atau Domination.
c. Majority rule.
d. Minority consent.
e. Compromise.
f. Integration.
GOLONGAN-GOLONGAN YANG BERBEDA DAN INTEGRASI SOSIAL
a. Masyarakat Majemuk dan Nation Indonesia
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat sebagai masyarakat
majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan social yang
dipersatukan oleh kekuatan nasional yang berwujud Negara Indonesia.
Untuk lebih jelasnya dikemukakan aspek dari kemasyarakatan tersebut:
1. Suku bangsa dan kebudayaan.
2. Agama.
3. Bahasa.
4. Nasion Indonesia.
b. Integrasi
Masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia setelah merdeka adalah
integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan.
Tetapi keserasian persatuan.
Variable-variabel yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi adalah:
1. Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.
2. Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi
antara warga Negara Indonesia asli dengan keturunan (Tionghoa, Arab).
3. Agama, sentiment agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.
c. Integrasi Sosial
Dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai
dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluruhan.
Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka
yang ada dimasyarakat sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, tidak
banyak sistem yang saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa
paksaan.
d. Integrasi Nasional
Beberapa permasalahan integrasi nasional:
1. Perbedaan ideologi.
2. Kondisi masyarakat yang majemuk.
3. Masalah territorial daerah yang berjarak cukup jauh.
4. Pertumbuhan partai politik.
Upaya yang dilakukan untuk memperkecil atau menghilangkan kesenjangan-kesenjangan itu antara lain:
1. Mempertebal keyakinan seluruh warga Negara terhadap ideology nasional.
2. Membuka isolasi antar berbagai kelompok etnis dan antar daerah
pulau dengan membangun sarana komunikasi, informasi dan transportasi.
3. Menggali kebudayaan daerah untuk menjadi kebudayaan nasional.
Referensi : http://a2b-abrory.blogspot.com/2011/01/pertentangan-pertentangan-sosial-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar